Senin, 16 April 2012

Cintailah Diri Sendiri

Narsis bukan??? Tapi bagaimana mungkin bisa mencintai orang lain jika mencintai diri sendiri saja tidak bisa? Sebuah lagu yang indah menunjukkan cara membangun cinta dan mencntai..

” Ilove myself so much
So I can love you so much
You love you so much
So you can start loving me”
Begitulah cara membangun cinta pada diri sendiri. Setelah memiliki cinta terhadap diri sendiri, baru bisa berbagi cinta. Ini sejalan dengan pesan Isa, sang nabi mulia. Saat beliau di caci maki, belia tidak lagi bisa membalas. Jawab beliau: ” Bagaimana bisa aku membalas? Aku sudah tidak lagi mempunyai mata uang kebencian untuk membalasnya”
Demikian pula ketika sufi wanita Rabiah Al Dawiyyah ditanya, apakah tidak bisa membenci setan? Beliau menjawab: ” Hatiku sudah dipenuhi oleh kasih Ilahi sehingga tidak ada ruang kosong bagi setan”
Ke dua pesan ini sangat relevan untuk mengalihkan rasa jelousy/irihati maupun kebencian yang masih saja tersimpan dalam diri kita. Kita manusia yang memiliki kemampuan untuk memilih dan memilah sehingga bisa saja memilih yang membahagiakan hati. Irihati dan sakit hati tidak bisa dihapuskan. Energi negativitas ini memiliki kekuatan saat kita berupaya menghilangkannya. Upaya menghapuskan atau menghilangkan akan semakin memperkuat energi negatif yang merusak jiwa atau badan kita.
Alasannya sangat sederhana. Ilustrasi berikut mungkin bisa membantu.
Ketika datang ke ruang meditasi, seorang master memberikan instruksi kepada para muridnya:’ Pejamkan mata dan jangan berupaya membayangkan monyet warna kuning” Apa yang terjadi ketika para muridnya ditanya setelah sesi meditasi berakhir? Ternyata tiada seorang pun berhasil menghapuskan monyet warna kuning.
Sang master pun mengerti, dan memberikan sarannya. Coba alihkan pikiranmu ke bunga yang indah. Nah, dengan cara ini pikiran kita tidak lagi membayangkan monyet. Pengalihan perhatian. Semakin kita berupaya menghapuskan monyet warna kuning semakin kuat terbayangkan dalam pikiran kita.
Demikian pula jika kita ingin menciptakan keindahan dalam diri, pejamkan mata dan perhatikan nafas. Setelah nafas semakin teratur, kemudian bayangkan keindahan warna bunga atau pun rasa indah yang pernah dirasakan. Rasa indah ini akan membangkitkan rasa kasih dalam diri. Dan secara perlahan rasa kasih ini meluap.
Sesungguhnya setiap insan memiliki rasa kasih yang secara alami terdapat dalam hati. Inherent. Yang diperlukan menyadarinya. Kasih atau cinta dalam diri manusia selama ini tertutup oleh awan kegelisahan dan debu keinginan yang meluap. Penyembahan terhadap keinginan duniawi yang dipicu oleh lingkungan. Kembali pergaulan yang tidak menunjang evolusi jiwa mesti dihindarkan..
Sehatnya jiwa mengakibatkan sehatnya badan…

Reaksi: