Senin, 16 April 2012

Khusus untuk Istri: Suamimu Makhluk Lemah

Jika suami Anda sok kuasa dalam rumah, tak perlu serius menanggapi. Kuasanya sebenarnya keropos. Tinggalkan saja sejenak. Ia akan menggigil dalam kedinginan. Kedinginan itu langsung menghunjam eksistensinya. Karena hakikatnya ia lemah.
Pernah suatu hari saya diajak serius oleh seorang suami. Ia kebelet mau curhat. Antara meninggalkan istrinya atau tidak. Ia sedang diuji oleh perempuan lain, yang diam-diam dinikahinya. Tapi sumpah, meski ia bilang perasaannya dan pikirannya disesaki oleh bayangan perempuan lain itu, ia tidak bisa meninggalkan istrinya. Saya hanya bilang, “sudahlah…pernikahan yang sudah dirajut lama, tak perlu kau rusak. Kau akan menyesal nantinya
Ada lagi seorang suami yang ringan tangan. Sukanya memukul. Kadang mengucapkan kata yang tidak santun kepada istrinya, “kamu goblok…” Bahkan terkadang mengancam istrinya cerai. Nah istrinya tak mau disepelekan. Dengan jantannya ia bilang, “silahkan ceraikan saja…” Apa yang terjadi? Ternyata sang suami hanya menguapkan gertakan. Tak lebih. Selebihnya ia makhluk lemah.
Tapi ingat. Tak bisa dibenarkan juga para istri dominatif. Berkuasa sepenuhnya dalam keluarga. Dominasi hanya menguatkan sang istri dan melemahkan suami. Sebenarnya ini juga berlaku buat suami. Jadi suami dan istri yang dominatif hanya akan menyisakan ketidakseimbangan.
Tak mungkin bukan, sebuah keluarga akan dijalankan dalam ketidakseimbangan? Karena ketidakseimbangan akan memunculkan tindakan lain yang membuat keluarga makin sempoyongan. Jalan saja tidak seimbang akan jatuh kok…
Percayalah istri lebih kuat. Kekuatan yang dibalut kelembutan. Ibarat seorang pendekar, sanggup merobohkan lawan tanpa terluka. Memang kelembutan bukan cuma istri. suami pun banyak yang lembut.
Maaf saya sama sekali tak bermaksud bias gender di sini. Cuma yang saya saksikan, istri memang kuat karena bekerja sepenuh hati dan tenaga. Sejak mengandung, melahirkan, dan menyusui sudah cukup menjadi pengalaman untuk membetuk kesabarannya. Nah dalam kesabarannya inilah juga terletak kelembutan.
Nah, dengan kekuatan dalam lembutnya, suami yang kadang sok kuasa, ego tinggi, tak mau disaingi, pasti akan kembali dalam keseimbangan. Keseimbangan yang akan membuat rumah tangga tegak, meski diterpa angin kencang sekalipun.
Tak perlu panic jika suami seperti itu. Itu hanya sekedar symptom dari belahan jiwa lain yaitu kelemahannya. Tetapi jika sudah akut, keputusan ada di tangan Anda para istri. Saya tidak bisa merekomendasikan apapun, bertahan atau bercerai.

Reaksi: